Rabu, 16 Maret 2016

Akhirnya, Honda Jadi Runner-up Untuk Pasar Otomotif Indonesia

Penjualan Honda Mengalami Kenaikan Signifikan pada Bulan Februari 2016 – Sepertinya keinginan Honda untuk menduduki sebagai runner-up merek terlaris di Indonesia bakal segera terwujud. Menurut data dari wholesales nasiaonal, pada dua bulan pertama di tahun 2016 ini Honda telah berhasil mengantongi penjualan produknya sebanyak 37.904 unit mobil untuk negara Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 21,9 persen dari total keseluruhan penjualan otomtotif di Indonesia. Jika dibandingkan dengan penjualan di tahun 2015, Honda mengalami kenaikan sebesar 24 persen dengan total penjualan 30.537 unit mobil.
Penjualan Honda Mengalami Kenaikan Signifikan pada Bulan Februari 2016
Peningkatan penjualan Honda ini didukung dengan adanya model-model terbaru dari Honda, diantaranya Honda BR-V yang berhasil mengantongi angka penjualan terbanyak utuk Honda. Di bulan Februari saja, Honda BR-V telah menjual sebanyak 5.575 unit bahkan total penjualan Honda BR-V untuk dua bulan pertama di tahun 2016 mencapai 12.202 unit mobil.
Penjualan terbesar kedua Honda diduduki oleh Honda HR-V 1.5 L dengan total penjualan sebesar 3.096 unit mobil pada bulan Februari 2016. Dan total penjualan selama tahun 2016 ini, Honda HR-V 1.5 L berhasil mencatat penjualan sebanyak 6.445 unit mobil dengan pangsa pasar sebesar 27 persen di kelasnya. Selanjutnya disusul oleh Honda HR-V 1.8 L yang berhasil meraih penjualan ketiga Honda dengan jumlah penjualan di bulan Februari 2016 sebanyak 1.130 unit mobil dan total penjualan di tahun 2016 mencapai 1.627 unit mobil dengan pangsa pasar sebesar 13 persen pada segmen SUV.
Pada segmen Low MPV, New Honda Mobilio berhasil mengalami peningkatan penjualan setelah mengalami penyegaran di awal tahun 2016 dengan total penjualan pada bulan Februari 2016 sebanyak 3.825 unit mobil. Jika ditotalkan, jumlah penjualannya di tahun 2016 mencapai 6.729 unit mobil dengan pangsa pasar sebesar 17 persen. Sedangkan untuk segmen LCGC Honda, Honda Brio Satya berhasil meraih penjualan terbanyak. Pada bulan Februari 2016 saja berhasil menjual 2.055 unit mobil dari total penjualan selama tahun 2016 ini sebanyak 3.973 unit mobil.
Kemudian disusul New Honda Brio yang masih memimpin untuk segmen City Car dengan pangsa pasar 35 persen dan total penjualan di tahun 2016 mencapai 1.523 unit mobil dengan catatan penjualan di bulan Februari 2016 sebanyak 796 unit mobil. Sementara itu untuk segmen Hatchback diduduki oleh Honda Jazz yang mencatat penjualan di bulan Februari sebanyak 1.021 unit mobil dengan total penjualan selama tahun 2016 ini sebesar 2.449 unit mobil.
Dari total yang telah tercatat tersebut, penjualan Honda mengalami kenaikan pada bulan Februari di tahun 2016 ini. Sehingga Honda berhasil menggeser kedudukan Daihatsu sebagai merek terlaris kedua di Indonesia dan tidak menutup kemungkinan Honda bisa menduduki peringkat pertama untuk ke depannya.

Dealer Mitsubisi Fuso Siap Beroperasi di Sidoarjo

Mitsubisi Resmikan Dealer Fuso di Sidoarjo untuk Meningkatkan Perekonomian Daerah – Tampaknya upaya PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) untuk melakukan perluasan jaringan terus diusahakan demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini terlihat dari diresmikannya dealer PT Mayangsari Berlians Motors yang berada di Sidoarjo sebagai salah satu jaringan resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso.
Mitsubisi Resmikan Dealer Fuso di Sidoarjo untuk Meningkatkan Perekonomian Daerah
Dalam peresmian tersebut dihadiri oleh Duljatmono selaku Director of MFTBC Marketing Division PT KTB dan Suhardi Chandra selaku President Director PT Mayangsari Berlian Motors. Kedua tokoh penting ini sepakat bahwa peresmian dealer di wilayah Sidoarjo merupakan program pengembangan jaringan yang bertujuan untuk mempermudah konsumen dalam mendapatkan produk dan layanan dari Mitsubishi Fuso.
“Kami mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan kendaraan niaga. Usaha ini ditujukan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan akses, sehingga pertumbuhan daerah semakin maju,” tutur Duljatmono. Selain itu Suhardi Chandra juga menambahkan, “Peresmian dealer ini merupakan perwujudan program kerja kami sebagai customer’s business colsultant, di mana kami berkomitmen untuk hadir sebagai rekan dalam memberikan solusi konsumen, serta zero down time,” kata Suhardi.
Dealer Mayangsari Berlian Motors ini merupakan dealer Mitsubishi ke-245 yang dibangun dan beralamatkan di Jl. Raya Taman No.48C kabupaten Sidoarjo. Dan kabupaten Sidoarjo inilah yang nantinya akan menjadi salah satu kabupaten penyangga utama untuk Kota Surabaya di Jawa Timur karena letakknya yang strategis berbatasan langsung dengan Surabaya serta selalu dilewati oleh arus transportasi ke daerah-daerah lain di Jawa Timur. Apalagi wilayah Jwa Timur menjadi salah satu pasar terbesar bagi Mitsubishi Fuso dengan perolehan sebesar 46,4 persen.
Produk yang akan dijual di dealer Mayangsari Berlian Motors ini diantaranya adalah kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di kelas light commercial vehicle (L300), light dutyruck (Colt Diesel), dan medium duty truck (Fuso). Produk-produk tersebut nantinya diharapkan akan menyokong aktivitas serta UKM yang dapat meningkatkan perekonomian daerah khususnya di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.

Harga BBM Non Subsidi Turun Lagi!!!

Harga BBM Non Subsidi Mengalami Penurunan Harga Sebesar Rp 200- Rp 400 – Kabar gembira datang dari PT Pertamina (Persero), pasalnya mulai Selasa (15/3/2016) pukul 00.000 WIB harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi kembali mengalami penurunan. Jenis dari BBM non subsidi tersebut diantaranya adalah jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite yang masing-masing mengalami penurunan harga sebesar Rp 200 per liternya.
Harga BBM Non Subsidi Mengalami Penurunan Harga Sebesar Rp 200- Rp 400
Menurut Wianda Pusponegoro selaku Vice President Corporate Communication Pertamina menjelaskan bahwa penurunan harga tersebut dilakukan seiring dengan turunnya harga minyak mentah dunia yang berpengaruh pada harga indeks pasar produk-produk BBM non subsidi di Indonesia. Harga bahan bakar non subsidi tersebut umumnya turun sebesar Rp200 per liter dari harga yang berlaku pada periode 1 Maret 2016.
Wianda juga memberikan gambaran dengan mencontohkan, jika harga Pertamax untuk wilayah Jakarta semula Rp 7.950 per liter maka akan turun menjadi Rp 7.750 per liter. Dan untuk harga Pertamax Plus yang semula Rp 8.950 per liternya, akan turun juga menjadi Rp 8.750 per liter. Sementara untuk harga Pertamina Dex yang semula dijual dengan harga Rp 8.800 per liter, maka akan dijual menjadi Rp 8.600 liter. Tetapi untuk Pertamax Racing tidak mengalami perubahan.
Penurunan harga juga dilakukan untuk BBM non subsidi jenis Pertalite yang biasanya dijual dengan harga Rp 7.700 per liter, akan mengalami penurunan harga juga menjadi Rp 7.500 per liternya. Untuk jenis Solar/Bisolar non subsidi, akan mengalami penurunan lebih yaitu Rp 400 per liter di seluruh daerah di Indonesia.
Selain BBM non subsidi tersebut, harga BBM tidak akan mengalami perubahan. Untuk harga Premium baik di luar Jawa-Bali ataupun di Jawa-Bali, harganya seperti yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yaitu wilayah Jawa-Bali dijual dengan harga Rp 7.050 dan harga Rp 6.950 untuk wilayah luar Jawa-Bali. Sementara untuk harga solar yang bersubsidi juga tidak akan mengalami perubahan, harga yang dijual tetap Rp 5.650 liter. Rencananya, pemerintah baru akan mengevaluasi harga jual untuk BBM bersubsidi jenis premium dan solar pada bulan April 2016 mendatang.

Selasa, 15 Maret 2016

Ford Indonesia Masih Jualan Everest, Ranger, dan Fiesta


Jakarta, KompasOtomotif – Kendati sudah mengatakan tutup bisnis di Indonesia pada tahun ini, aktivitas importasi Ford Motor Indonesia (FMI) masih berlanjut. Menurut catatan data wholesales Gaikindo, pada Februari, FMI masih menyuplai unit ke diler.
Model jual yakni All-New Everest yang seharusnya jadi bintang Ford di Indonesia tahun ini. Pada Februari lalu terjual 11 unit, lebih sedikit dibanding Januari sebesar 55 unit. Selain itu All-New Ranger juga terekam penjualan 21 unit dan 2 unit Fiesta.
Model lain, EcoSport dan Focus, berhenti dijual sejak Januari.
“Konsumen di Indonesia masih dapat mengunjungi diler Ford untuk semua aktivitas penjualan sampai dengan dikatakan lain. Semua berjalan normal, berjalan seperti biasa. Tentunya kami serahkan kepada konsumen apakah ingin membeli mobil Ford,” kata Lea Kartika Indra, Direktur Komunikasi FMI via telepon, Selasa (15/3/2016).

Berhenti impor
Dari keterangan salah satu diler besar Ford di Indonesia, FMI masih mengimpor unit dari Thailand hingga Februari – Maret. Importasi itu merupakan pesanan yang sudah diproduksi sesuai spesifikasi Indonesia.
Produksi unit untuk Indonesia dikatakan berhenti pada Maret. Setelah itu diler hanya menjual stok unit sampai habis.
Pengumuman rencana FMI menanggalkan operasi bisnisnya pada Januari lalu adalah salah satu berita terbesar otomotif yang terjadi sepanjang tahun ini. Saat ini FMI sedang merancang skema peralihan bisnis aftersales.

Harga Pertamax dan Pertalite Turun Lagi, Berikut Daftarnya


Jakarta, KompasOtomotif – Mulai Selasa (15 /3/2016),  pukul 00.00 WIB, PT Pertamina (Persero) kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. BBM jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite turun Rp 200 per liter.

Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina, menuturkan, penurunan tersebut disebabkan oleh tren harga minyak mentah dan produk dunia yang ikut menurun. Oleh sebab itu, BBM non subsidi di Indonesia juga harus turun, karena dijual berdasarkan perkembangan global.

“Besaran penurunan Rp 200 per liter. Ini berlaku untuk produk Pertamax/Bio, Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Pertalite. Berlaku mulai 15 Maret pukul 00.00 WIB,” kata Wianda saat dihubungiKompasOtomotif, Selasa (15/3/2016).

Berikut daftar harga BBM non subsidi untuk wilayah Jakarta:

- Pertamax dari Rp 7.950 per liter jadi Rp 7.750 per liter
- Pertamax Plus dari Rp 8.850 per liter jadi Rp 8.650 per liter
- Pertamina Dex dari Rp 8.800 per liter jadi Rp 8.600 per liter
- Pertalite dari Rp 7.500 per liter jadi Rp 7.300 per liter

“Penurunan Rp 200 per liter ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Masing-masing daerah turunnya juga sama yaitu Rp 200 per liter,” kata Wianda.

Dua Bulan Pertama, Suzuki Satria Injeksi Libas Honda Sonic


Jakarta, KompasOtomotif – Kemunculan generasi baru Suzuki Satria Injeksi, jadi babak baru pertarungan segmen bebek sport 150 c. Meski baru diluncurkan pada bulan Februari 2016, ternyata Suzuki Injeksi sudah didistribusikan sejak Januari 2016.
Baru saja diperkenalkan, Selasa (16/2/2016), Satria sudah bisa jauh meninggalkan Honda Sonic. Pencapaiannya pada Januari 2016  ada di angka 2.976 unit, kemudian pada Februari 2016 melejit menjadi 10.065 unit. Jika di total, dalam dua bulan pertama, Satria injeksi berhasil terjual sebesar 13.041 unit.
Sementara pesaingnya, Honda Sonic 150 R model terbaru, jauh tertinggal di awal tahun ini. Pada Januari 2016, Sonic hanya terjual 2.061 unit, lantas di Februari 2016 penjualannya malah menyusut menjadi 1.910 unit. Padahal, pada Desember 2015, ayam jago Honda berhasil terserap pasar sebesar 6.724 unit.

Yamaha MX King Tetap Juara
Dibanding dua rekannya di segmen bebek 150cc, Yamaha MX King seakan melenggang tanpa halangan. Pada bulan Januari 2016, MX King berhasil terjual 7.191 unit, dan kembali meningkat pada bulan Februari 2016 sebanyak 12.075 unit.
Kalau ditotal pada dua bulan pertama, penjualannya mencapai 19.266 unit. Ini jauh meninggalkan Honda Sonic yang hanya 3.971 unit dan Satria 13.041 unit. Memang, dua bulan pertama ini belum bisa menyimpulkan siapa yang menang dan kalah.
Namun paling tidak, capaian di dua bulan ini, bisa jadi acuan pada produsen sepeda motor, untuk semakin mengembangkan strategi penjualan di tahun 2016.

Mobil Balap Rio Mirip Metromini, Pertamina Angkat Bicara


Jakarta, KompasOtomotif — Pertengahan bulan lalu, Manor Racing meluncurkan mobil Formula 1 (F1) dengan desain baru, MRT05. Hampir semua situs penggemar F1 mewartakan kabar gembira itu, tak terkecuali Indonesia sebab tunggangan tersebut bakal menjadi kendaraan Rio Haryanto saat balapan.

Para netizen dari luar negeri dan Tanah Air menyambut positif warna baru dari mobil balap Rio dan Pascal Wehrlein yang didomonasi oleh oranye dan biru itu. Akan tetapi, orang Indonesia selalu punya cara berbeda dalam merayakan kelahiran "sang jabang bayi" MRT05.
Di beberapa media sosial, seperti Path, Instagram, Facebook, dan Twitter, banyak yang "mencibir" kalau mobil balap Rio dan Pascal itu mirip dengan bus metromini. Menanggapi hal itu, PT Pertamina (Persero), selaku sponsor utama Rio, mencoba meluruskan.
Twitter/@Taufik_liveF1 Manor MRT05 vs Metromini

Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengungkapkan, jika dilihat aslinya, warna oranye di MRT05 itu lebih kepada merah. Sebab, pemilihan kelir itu ada filosofinya.
"Sebenarnya, warna gradasinya itu sangat mirip dengan baju safetyPertamina untuk semua lini bisnis. Di baju tersebut, ada warna merah, garis putih, dan lebih banyak warna birunya," kata Wianda di kantor pusat Pertamina, di Jakarta Pusat, Senin (14/3/2016).
Wianda berharap, setelah klarifikasi ini, masyarakat bisa menilai bahwa warna mobil balap Rio di F1 musim 2016 sangat berbeda dengan bus metromini. Sebab, itu bukan oranye, melainkan merah.
"Jadi, seharusnya tidak se-oranye seperti yang di gambar-gambar, tetapi merah seperti warna Pertamina. Hal itu dilakukan karena sejauh ini kita adalah sponsor utama Rio Haryanto di tim Manor Racing," ungkap Wianda.